ALL

ToT Kemenpar: Kontribusi Kampus Sesuai Tridharma Perguruan Tinggi

By  | 

ToT Dosen Pendamping Desa Wisata | Foto: Istimewa

KedaiPena.Com – Dosen Podomoro University Santi Palupi menegaskan bahwa program ‘Training of Trainers’ (TOT) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata kepada dosen pendamping desa wisata sangatlah penting.

TOT ini sendiri, lanjut Santi Palupi, sangat penting lantaran diperlukan untuk mengembangkan suatu destinasi wisata melalui pemberdayaan masyarakat lokal. Di mana masyarakat nantinya turut andil dalam perencanaan pengelolaan dan penyampaian pendapat atau lebih dikenal dengan Community Based Tourism atau disingkat CBT.

Tujuan pendampingan adalah mempercepat pemberdayaan yaitu mengembangkan kekuatan atau kemampuan potensi sumber daya manusia yang ada pada diri manusia itu sendiri agar mampu mengembangkan dirinya sendiri.

“Bagi perguruan tinggi, hal ini merupakan kontribusi dari bentuk Tridharma Perguruan Tinggi yang terdiri salah satunya adalah dari melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat,” tutur dia saat berbincang dengan KedaiPena.Com, ditulis Selasa (19/3/2019).

“Pengabdian masyarakat ini adalah wujud nyata kontribusi dari para dosen dan mahasiswa dalam turut serta secara nyata berperan di masyarakat,” sambung dia.

Santi Palupi sendiri hadir dalam kegiatan ‘Traning of Trainers’ (TOT) untuk memberikan materi kepada dosen pendamping desa wisata dan mitra di Yogyakarta, Senin (18/3/2019).

Santi memberikan materi soal tahapan-tahapan program pendampingan desa wisata, kriteria dosen dan mahasiswa dalam program pendampingan. Lalu soal roadmap program pendampingan serta penilaian dari rencana pembelajaran dari desa wisata.

“Bagaimana menyusun proposal dan membuat laporan serta penggunaan log book dalam melakukan monitoring, supervisi dan evaluasi terhadap pengelolaan homestay serta pendampingan desa wisata. Termasuk di dalamnya kriteria dan indikator penilaian,” tutur dia

Santi pun berharap kegiatan TOT ini akan turut meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengembangkan potensi-potensi wisata yang ada di Indonesia.

“Karena Indonesia sangat kaya dengan alam dan budaya sehingga dengan kita ikut mendampingi masyarakat pedesaan maka kita juga memperbaiki kualitas SDM yang ada,” ujar dia.

Laporan: Muhammad Hafidh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *