ALL

Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia Tanpa Bagi-bagi Kartu dan Ujian Nasional

By  | 

Ilustrasi Pendidikan | Foto: Istimewa

KedaiPena.Com – Berdasarkan PISA Index, yang mengukur kemampuan literasi, matematika dan sains, anak-anak Indonesia yang berusia di bawah 15 tahun menduduki peringkat ke-62 dari 72 negara.

Sementara berdasarkan QS World University Rankings, dari 500 besar dunia hanya 3 perguruan tinggi Indonesia yang masuk, yaitu UI (277), ITB (331), dan UGM (402).

“Ini berarti kualitas pendidikan tinggi masih rendah karena feodalisme dan birokratisasi,” kata begawan ekonomi Rizal Ramli di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Pemilihan rektor, sambung Rizal, harus dikembalikan ke Senat Guru Besar lagi agar tidak terjadi campur tangan politik dan permainan uang.

“Penyelesaian masalah pendidikan tidak bisa hanya dengan bagi-bagi kartu,” tegas eks Menko Maritim ini.

Kualitas pendidikan yang rendah hanya bisa diperbaiki dengan penyederhanaan kurikulum pendidikan menengah ke bawah, penghapusan Ujian Nasional (UN).

“Harus ada strategi kompetisi nasional dan regional (dengan alokasi minimal Rp 20 triliun), perbaikan kualitas guru, dan UU Land Grant serta bebas pajak universitas,” pungkas dia.

Laporan: Muhammad Lutfi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *