ALL

Solusi Meningkatnya Pengangguran di Gunung Rinjani

By  | 
Puncak Gunung Rinjani | Foto: Dok. Taman Nasional Gunung Rinjani

Puncak Gunung Rinjani | Foto: Dok. Taman Nasional Gunung Rinjani

KedaiPena.Com - Tokoh Pariwisata asal Lombok Taufan Rahmadi memberikan respon atas meningkatnya jumlah pengangguran akibat ditutupnya pendakian ke Gunung Rinjani.

Diketahui, masih ditutupnya pendakian gunung Rinjani pasca bencana gempa menyebabkan kurang lebih 1200 porter dan guide menganggur. Hal ini disebabkan masih terjadinya longsoran terus menerus di kawasan taman nasional ini.

Kepala Balai TNGR, Sudiyono, mengatakan bahwa di samping porter dan guide, ada 86 tour operator, puluhan hotel dan homestay yang juga terkena dampak dari penutupan pendakian ini belum lagi sektor transportasi dan pertanian.

Sepinya wisatawan dan ditutupnya hotel serta penginapan menyebabkan juga kemacetan suplai hasil pertanian ke hotel dan penginapan. Yang perlu diingat bahwa penutupan pendakian ke Rinjani diperkirakan akan dilakukan sampai akhir tahun 2019.

Taufan begitu ia disapa mengatakan ada ada 8 langkah strategis jangka pendek yang dapat dilakukan sebagai quick win atas meningkatnya jumlah pengangguran tersebut.

Pertama, kata Taufan, ialah menciptakan produk baru paket wisata dengan memunculkan obyek-obyek wisata baru di seputar kawasan yang berada dalam zona aman.

“Kedua lakukan promosi secara kreatif terkait produk baru paket wisata tersebut. Sedangkan, point ketiga ialah selenggarankan pelatihan bisnis kreatif bagi para pelaku pariwisata setempat,” ujar Taufan saat berbincang dengan KedaiPena.com, Selasa (25/9/2018).

Kempat, lanjut Taufan, adalah dengan memberikan kemudahan akses permodalan untuk pengembangan usaha pada sektor pariwisata. Kelima, revitalisasi potensi desa wisata yang berada di lingkar kawasan.

“Kelima Optimalisasi kerjasama antara pemerintah , swasta dan masyarakat dalam bentuk kesepakatan membantu memperluas pemasaran hasil pertanian,” tegas Taufan.

Ketujuh, lanjut Taufan, adalah dengan memberikan insentif kepada para pelaku usaha pariwisata di kawasan Rinjani untuk melakukan studi banding tentang tourism survival.

“Khususnya negara yang pernah hancur pariwisatanya dikarenakan bencana alam, lalu kemudian bisa cepat bangkit dan berjaya kembali,” tutur Taufan.

Kedelapan, tegas Taufan, bentuk Tim (Rinjani) Crisis Centre yang bertugas melakukan aksi yang cepat dan nyata di dalam mengatasi segala tantangan terkait aktivitas pariwisata di kawasan Rinjani dan sekitarnya

“Langkah ini tentunya akan dapat diwujudkan apabila kita semua , baik di pusat hingga di daerah bergerak bersama-sama dalam semangat membangkitkan kembali pariwisata NTB,” papar Taufan.

Laporan: Muhammad Hafidh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *