ALL

RR Beberkan Penyebab Ekonomi Medioker

By  | 

Rizal Ramli | Foto: Istimewa

KedaiPena.Com – Begawan Ekonomi Rizal Ramli merespon pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa Indonesia sedang menjalankan ekonomi kebodohan.

Rizal begitu ia disapa mengaku wajar dengan apa yang disampaikan oleh Prabowo. Rizal menilai,  Prabowo sudah sangat ‘gregetan’ dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

“Saya menilai pak Prabowo sudah gregetan sekali seperti banyak orang Indonesia lainya. Hal itu karena Indonesia ini negara ya kekayaan alamnya paling besar, paling bagus di Asia Tenggara bahkan mungkin jika dibandingkan dengan Asia Selatan. Tapi kenapa pemanfaatan kekayaan alam itu belum bisa dinikmati orang rakyat Indonesia,” ujar RR sapaan Rizal Ramli kepada KedaiPena.Com, Sabtu (13/10/2018).

RR melanjutkan kekaayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia juga tidak sebanding dengan pendapatan rakyat yang per kapitanya masih sangat jauh jika dibandingkan negara tetangga semisal Malaysia dan Singapura.

“Meskipun ekonomi kita besar sudah tembus US$ 1 triliun, termasuk ekonomi yang lumayan besar di dunia. Tapi ketika dibagi dengan 250 juta (total penduduk) itu pendapatan rakyat kita masih 3.800 dolar per kapita. Malaysia sudah 3 kali lipat sama dengan Singapura, Thailand sudah beberapa kali dari kita,” kecewa RR.

Kondisi ini, lanjut eks Menko Perekonomian ini, menjadi ironi tersendiri lantaran dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah rakyat Indonesia relatif hidup dibawah rata-rata atau bisa disebut miskin.

Dengan demikian, RR menyebut, Indonesia bukan sedang menjalankan ekonomi ‘kebodohan’ tapi lebih kepada pengelolan ekonomi yang ‘medioker’. 

Hal tersebut, tegas RR, dikarenakan kondisi utang Indonesia yang setiap harinya bertambah Rp1,4 triliun serta pertumbuhan ekonomi yang stagnan lantaran hanya berada di angka 5 persen. Belum lagi diperparah dengan kondisi rupiah hari yang terus melemah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS).

“Kalau utang kelihatan di dalam peningkatan kesejahteraan rakyat itu bisa dimaafkan atau keliatan dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, itu bisa dimanfaatkan,” beber eks Menko Maritim ini.

“Tapi utangya tinggi,pertumbuhan ekonomi mandek di angka 5 persen itu yang mengkhawatirkan. Harusnya kan ekonomi kita bisa lebih tinggi, baik dan lebih adil tapi ternyata tidak  pengelolan di bawah rata-rata atau medioker,” sindir RR.

Laporan: Muhammad Hafidh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *