ALL

Poempida Prediksi Pekerja Informil Bakal Meningkat Drastis

By  | 

Poempida Hidayatullah | Foto: Dok Kedai Pena

KedaiPena.Com – Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan, Poempida Hidayatulloh menegaskan lrogram jaminan sosial wujud nyata kehadiran negara bagi seluruh lapisan rakyat.

Demikian dikatakan Poempida disela kunker di Kanwil Jawa Barat, menerima aspirasi dalam acara dialog jaminan sosial dan kebangsaan di Bandung, belum lama ini.

Hadir di acara ini, lapisan pekerja bukan penerima upah (BPU) dari berbagai unsur pedagang kecil, UKM purna pekerja migran, penulis, digital marketing, serta fasilitator-fasilitator penyedia air minum dàn sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) di tingkat kabupaten hingga desa di area Jawa Barat.

Eks anggota DPR ini melanjutkan, program jaminan sosial ditujukan bagi kesiapan peserta menghadapi risiko yang tidak terduga muncul dan dialami oleh rakyat, khususnya, para pekerja di sektor bukan penerima upah.

“Sektor ini ke depannya harus menjadi perhatian utama dari BPJS Ketenagakerjaan guna dilindungi aktifitas bekerjanya. Jam kerja yang fleksibel serta jenis pekerjaan yang beragam diyakini akan bertambah banyak jumlah kepesertaannya,” sambung eka fungsionaris Golkar ini.

Pada saatnya pun, imbuhnya, BPJS Ketenagakerjaan harus memliki RENSTRA yang benar-benar strategis dan mampu pula mengakomodasi perubahan di era disrupsi.

Penggunaan kecerdasan artifisial akan bisa menggeser keseharian aktifitas yang dilakukan oleh manusia.

“Cakupan program jaminan sosial harus bisa melindungi kepentingan rakyat pekerja di sektor ini nantinya,” kata Poempida.

Di acara ini, Poempida Hidayatulloh juga menyampaikan visi kebangsaannya soal ketangguhan Indonesia di era globalisasi.

Poempida meyakini dari berbagai indikator yang ada, Indonesia mampu menghadapi setiap tantangan ekonomi dunia secara optimistik.

“Indonesia bukan Yunani. Indonesia kaya akan sumberdaya, keunggulan alam dan ketangguhan serta kreatifitas penduduknya. Hingga kini, dari sisi GDP (PPP), paritas (keseimbangan) daya beli Indonesia masih berada di urutan ke delapan di dunia, setelah negara-negara maju seperti Cina, Amerika, Jepang,” tandas Poempida.

Laporan: Ranny Supusepa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *