ALL

Penjelasan Dispar Terkait Kritik Bappenas Soal Obyek Wisata Jakarta

By  | 

Arung Ciliwung, salah satu yang layak dijadikan obyek wisata edukasi | Foto: Dok KedaiPena.Com

KedaiPena.Com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta merespon pernyataan dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro yang menyinggung belum melihat obyek pariwisata di Jakarta.

Kepala Disparbud DKI Jakarta, Edy Junaedi membantah, jika obyek wisata di Jakarta belum terlihat. Menurut Edy, Jakarta saat ini memiliki 16 obyek wisata yang memiliki pengunjung atau wisatawan cukup tinggi.

16 obyek wisata tersebut antara lain ialah Museum Tekstil, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Sejarah Jakarta, Museum Taman Prasasti dan Museum Djoang 45 dan Museum Husni Thamrin.

“Ada juga Museum Bahari, Rumah Si Pitung, Taman Arkeologi Pulau Onrust, Monumen Nasional (Monas), Anjungan DKI dan Graha Wisata, Kepulauan Seribu, Perkampungan Budaya Betawi, Planetarium, Taman Margasatwa Ragunan dan Taman Impian Jaya Ancol,” papar dia kepada KedaiPena.Com,ditulis Jumat (12/4/2019).

Edy menjelaskan ke-16 obyek wisata tersebut cukup menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang. Hal itu dapat terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Jakarta pada tahun 2018.

“Pertama yang real itu soal kunjungan wisatawan di Jakarta tahun lalu itu ada sekitar 2,8 juta jiwa itu terbesar nomor dua setelah Bali,” ujar Edy.

Edy pun menampik jika obyek wisata Jakarta tidak menjadi penggerak ekonomi ibu kota. Edy mengatakan bahwa obyek wisata di DKI Jakarta telah memberikan dampak cukup besar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Realisasi pajak hotel dan hiburan tahun lalu sampai Rp5,7 triliun. Itu hampir 20 persen PAD DKI Jakarta,” imbuh dia.

Edy mengungkapkan bahwa pihaknya ke depan juga akan mengembangkan obyek-obyek wisata lain. Ada, sejumlah obyek ekowisata yang akan dikembangkan oleh pemprov DKI Jakarta.

“Cikal bakal potensi baru sudah ada seperti Hutan Kota Pesanggrahan dan Alur Sungai Ciliwung. Itu kita harus perbaiki amenitas, kenyamanan dan atraksinya,” tutur dia.

Edy pun menargetkan akan pertumbuhan jumlah obyek wisata di DKI Jakarta dari 16 menjadi 25 pada tahun ini. Sembari, tetap menjaga kualitas 16 obyek wisata yang sudah ada.

“Kami lagi coba buat polanya mudah-mudahan tahun ini bisa bergerak karena anggaran untuk seni budaya dan atraksi sudah cukup banyak,” tutup Edy.

Diketahui, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro meminta Pemprov DKI Jakarta mendorong sektor pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian.

Bambang membandingkan Jakarta dengan ibu kota Thailand, yaitu Bangkok. Yang membedakan kedua ibu kota negara itu adalah pariwisatanya, menurut Bambang pergerakan pariwisata di Jakarta belum maksimal.

Laporan: Muhammad Hafidh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *