ALL

Nian Tana, Wujud Ekspresi Kain NTT

By  | 
Karya siswa-siswa LaSalle by Orie

Karya siswa-siswa LaSalle by Orie

KedaiPena.Com -  Kain NTT di tangan para siswa lulusan LaSalle College Jakarta, mampu mempesona para undangan yang menghadiri Show Nian Tana, Graduation & Creative Show 2018.

Sekolah desain internasional yang berpusat di Kanada ini, telah menghasilan beberapa nama terkenal di dunia fashion tanah air. Nian Tana memiliki arti Mother Land (tanah air) diambil dari bahasa daerah Maumere, Flores. Menampilkan karya dari enam program unggulan di LaSalle College, Creative Show 2018 dihelat di The Hall, Senaya City, belum lama ini.

“Dengan rasa haru dan bangga kami bisa membuktikan bibit-bibit desainer muda siap menunjukkan hasil karya mereka yang siap bersaing di kancah global,” kata Fashion Design Program Director LaSalle College Jakarta, Shinta Djiwatampu.

Nian Tana adalah tema yang dipinjam dari tanah Flores yang luar biasa, berarti tanah air. Hal itu menjadi simbol yang juga berarti semua koleksi tersebut memiliki nada atmosfer dan motif yang menyatu dengan hati masyarakat Indonesia.

“Tidak hanya wilayahnya alami, kami juga terinspirasi penari dan penenun di Maumere. Kain tenunnya semua dibuat dari pewarna alam,” ujar Shinta.

Sebanyak 70 desainer dengan total 266 baju yang dibagi dalam 4 sekuen dengan tema yang berbeda, diantaranya Flores dan Mini Collection. 72 koleksi diantaranya menggunakan kain Flores, yang dibagi ke dalam 33 koleksi wanita dan 39 koleksi pria yang dibagi dalam empat sekuelen dengan tema berbeda-beda diantaranya Flores dan Mini Collection.

“Treatment yang digunakan pun berbeda. Ada yang dengan teknik bordir, fabric, namun semua didesain modern sesuai kebutuhan sekarang, ready to wear. Kami menggunakan kain tradisional tapi tidak terlihat seperti kostum, karena menggunakan teknik cutting modern,” katanya.

Shinta menambahkan, untuk pengerjaannya koleksi busana ini memakan waktu selama delapan bulan, karena harus menyesuaikan kain yang terkadang tidak cukup. Kain Flores sendiri memiliki ciri khas seperti motif berupa gambar flora dan fauna, dengan permainan warna yang berbeda dengan kain tradisional Indonesia lainnya. Misalnya kain Flores memiliki warna pink dan hijau muda.

“Pemilihan kain Flores itu karena warnanya sudah maju, seperti memiliki warna pink dan hijau muda yang tidak dimiliki kain lainnya. Kualitasnya pun cukup bagus dan tidak mudah luntur,” imbuhnya.

Peragaan busana ini merupakan tugas akhir dari para siswa lulusan LCJ yang diharapkan bisa menampilkan karya kreatif dan luar biasa, serta mampu bersaing dalam industry fashion lokal maupun Internasional.

“Nian Tana Creative Show 2018 adalah kombinasi dari 6 program kami yang meliputi Fashion Design, Fashion Business, Desain Interior, Desain Media Digital, Fotografi, dan Artistic Make-up, di mana semua orang baik dari masing-masing program telah bekerja sama untuk menciptakan multimedia yang menakjubkan,” ungkap Shinta

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *