ALL

Lima Keunggulan Moeldoko di Mata Politikus PDIP

By  | 
Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief dan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP), dengan Komisi II DPR, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (7/2). Dalam perdana yang dikuti oleh Yudi Latief sebagai Kepala UKP-PIP dan Moeldoko setelah menggatikan Teten Masduki sebagai Kepala KSP dengan DPR tersebut yaitu membahas evaluasi Program Kerja 2017 dan Program Kerja 2018 seperti strategi untuk program Pembinaan Ideologi Pancasila. Foto: Tkr/KedaiPena.Com

Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief dan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP), dengan Komisi II DPR, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (7/2/2018). Foto: Tkr/KedaiPena.Com

KedaiPena.Com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang juga Anggota Komisi XI DPR Eva Kusuma Sundari menilai bahwa, sosok Jenderal TNI (Purn) Moeldoko adalah sosok pemimpin yang memiliki lima keunggulan.

”Pertama, Moeldoko tidak ada beban masa lalu. Dia lebih legitimate, soal kasus berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM) beliau clear. Kalau dibandingkan dengan seniornya mantan Komandan Kopasus Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto yang saat ini bakal menjadi rival calon politiknya Joko Widodo untuk kedua kalinya di pilpres yang akan datang,” kata Eva dalam keterangan, ditulis, Rabu,(1/8/2018).

Kedua, kata Eva, karir puncak di Korps Angkatan Darat Tentara Nasional Indonesia berjalan mulus dari awal hingga pensiun. Bahkan saat ini masih dipercaya pemerintah untuk menjabat Kepala Kantor Staf Kepresidenan Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla sejak Januari 2018.

Keunggulan yang ketiga, yang dimiliki Moeldoko adalah dirinya tidak terlibat atau ada kontroversi kemusliman.

Keempat, Eva menilai sosok Moeldoko terdapat chemistry dengan capres incumbent Joko Widodo yang oke. Dengan kecocokan tersebut diyakini Moeldoko mampu mengimbangi cara kerja manatan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo jika saja dijadikan cawapres di pilpres 2019 mendatang.

Kelima, lanjut Eva, Moeldoko tidak memiliki atau terlibat di dalam organisasi kepartaian yang mengikat. Khususnya saat beliau menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, sejak dilantik Joko Widodo per Januari 2018 yang lalu.

“Selain itu, Moeldoko adalah lulusan terbaik Akabri 1981 (Lulusan Terbaik, Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama). Moeldoko juga adalah lulusan terbaik di lembaga pendidikan Seskoad tahun 1995,” beber Eva.

Laporan: Muhammad Hafidh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *