ALL

Lima Bulan Gempa Berlalu, Ternyata Warga Lombok Hidup Jauh dari Kata Layak

By  | 

Nenek Korban Gempa Lombok | Foto: Istimewa

KedaiPena.Com – Tepat pada tanggal 29 Juli 2018 lalu gempa menimpa daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa tersebut hadir secara beruntun sehingga meluluhlantakan bangunan dan tempat tinggal masyarakat Lombok.

Lima bulan sudah gempa tersebut berlalu, ternyata duka dan air mata tak kunjung berhenti dari sanak saudara yang menjadi korban terdampak. Harapan akan hadirnya kehidupan yang lebih baik ternyata masih sebuah angan-angan.

Hal tersebut dirasakan oleh sebagian warga di desa-desa yang berada di Kabupaten, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Mereka harus kehilangan rumah dan terpaksa tinggal di pengungsian akibat  gempa tersebut.

Kelompok Relawan dari Universitas Mataram, NTB, Mariadi mengungkapkan bahwa kebutuhan rumah layak bagi para warga di desa-desa terdampak gempa di Lombok Barat harus segera ditangani.

Mariadi mengungkapkan bahwa bantuan berupa rumah untuk tinggal tersebut harus di sediakan untuk para warga yang berada di desa Dasan Gerie, Gegerung, Bukit Tinggi, Lombok Barat.

“Yang paling di perlukan atau kebutuhan mendesak adalah rumah bang. Iya rumah tempat tinggal mereka,” kata dia saat dihubungi oleh KedaiPena.Com dari Jakarta, Selasa, (4/12/2018).

Kebutuhan rumah tersebut, kata Mariadi, harus segera diakomodir lantaran saat ini masih banyak warga dari tiga desa tersebut yang harus tidur di tenda dengan terpal sobek.

Yang paling memprihatinkan, lanjut Mariadi, keberadaan seorang nenek yang sudah berumur sekitar 100 tahun dengan tanggungan 2 cucu yatim piatu. Nenek tersebut hingga saat ini masih tinggal ditenda.

“Nenek tersebut berumur sekitar 100 tahun dan hidup bersama dua anaknya yang sudah lama di tinggal meninggal dan masih menanggung 2 orang anak yatim piatu yang masih kelas 3 SD dan 2 SMP,” cerita dia.

Selain bantuan rumah, Mariadi juga mengatakan, bahwa masyarakat di desa-desa yang berada di Lombok Barat tersebut juga masih membutuhkan bantuan bahan-bahan pokok.

“Kalau selain rumah kita juga masih butuh bantuan bahan-bahan pokok seperti beras dan lain-lain,” kata dia.

Laporan: Muhammad Hafidh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *