ALL

Lakukan Hal Ini Demi Mendapatkan Komisioner OJK yang Bersih

By  | 
Perbanas Institute menyelenggarakan media briefing terkait dengan dugaan suap pembuatan opini BPK atas laporan keuangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi di kampus mereka, kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (31/5). Bertindak sebagai pembicara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswan Arus Akbar Silondae, Wakil Rektor Bidang Akademik, Wiwiek Prihandini dan Direktur Latifa Perbanas Haryono Umar. Foto: Dok. KedaiPena.Com

Perbanas Institute menyelenggarakan media briefing terkait dengan dugaan suap pembuatan opini BPK atas laporan keuangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi di kampus mereka, kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (31/5). Bertindak sebagai pembicara Wakil Rektor Bidang Kemahasiswan Arus Akbar Silondae, Wakil Rektor Bidang Akademik, Wiwiek Prihandini dan Direktur Latifa Perbanas Haryono Umar. Foto: Dok. KedaiPena.Com

KedaiPena.Com – Wakil Rektor Perbanas Institute Bidang Kemahasiswaan, Arus Akbar Silondae menyarankan, demi menjaga wibawa dan marwah lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke depan, maka sebaiknya para calon komisioner dapat disterilisasi dan isolasi sebelum ‘fit and proper test’.

“Kita dukung dilakukan penyadapan terhadap semua komunikasi yang masuk ke calon komisioner OJK, hal ini untuk mendapatkan calon yang bersih dan berintegritas,” kata Wakil Rektor Institut Perbanas Arus Akbar Silondae kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/6).

Arus menjelaskan, hal itu perlu dilakukan karena OJK saat ini tidak sekedar mengelola dana yang sangat besar saja. Tapi, juga bertujuan melindungi dana nasabah serta menjaga berbagai aset yang ada.

“Makanya penting sekali ‘track record’ calon komisioner OJK itu. Perlu diselidiki bagaimana sejarah kehidupan keluarganya,” tambahnya.

Lebih jauh Arus meminta Pansel OJK dan DPR agar benar-benar cermat dalam memilih. Jadi sekali lagi pentingnya penyadapan agar bisa menghindari berbagai komunikasi yang tidak sehat, termasuk indikasi tawar menawar.

Tak hanya itu, lanjut Arus, guna menghindari dengan adanya oknum yang mengaku-ngaku sebagai staf khusus berbagai lembaga.

“Intinya penyadapan dan langkah isolasi ini sebagai bentuk pengawasan yang ketat,” imbuhnya.

Sementara itu calon komisioner OJK, Haryono Umar saat dikonfirmasi mengatakan dirinya siap mengikuti aturan yang diterapkan oleh Pansel OJK dan DPR dalam ‘fit and proper test’ mendatang.

“Saya taat dan patuh ikuti aturan yang diterapkan. Jadi ya terserah bagaimana Pansel dan DPR saja,” ungkapnya.

Laporan: Muhammad Hafidh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *