ALL

Keberadaan Komunitas Manusia Silver di Tangsel, Bantu Yayasan Kecil di Sawangan

By  | 

Komunitas Silver | Foto: KedaiPena.Com

KedaiPena.Com – Keberadaan ibu-ibu hamil serta anak di bawah umur yang bekerja sebagai manusia dengan balutan tubuh berwarna silver tiba-tiba saja merajalela dan menjadi sorotan publik di kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Mereka yang pada umumnya beroperasi mulai dari pukul 08:00 WIB hingga siang hari di Bundaran Lampu Merah Maruga, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangsel, mendapatkan sorotan lantaran memperkerjakan ibu-ibu hamil dan anak di bawah umur.

KedaiPena.com sendiri mencoba menelusuri, siapa di balik keberadaan kelompok manusia silver tersebut. Setelah diusut ternyata manusia silver tersebut berada bawah naungan sebuah Komunitas Manusia Silver yang dikoordinatori oleh Heri.

Heri mengatakan, komunitas yang dibuat memiliki niat mulia. Lantaran sebagian hasil pendapatan disumbangkan kepada yayasan bernama Al Kamilah di Bojong Sari, Sawangan, Depok, Jawa Barat.

“Alasan kenapa Komunitas Manusia Silver ini bekerjasama oleh yayasan Al Kamilah yaitu supaya teman-teman kita yang menggalang dana dapat terstruktur dengan baik dan tidak menjadi liar,” papar Heri kepada KedaiPena.Com, Kamis, (7/11/2019).

Heri menjelaskan komunitasnya ini dibentuk juga untuk mengakomodir sejumlah manusia silver yang masih bergerak liar lantaran belum tergabung dengan kelompoknya.

“Salah satunya kami khawatirkan apabila hal yang tidak diinginkan terjadi, tidak ada yang bisa bertanggung jawab,” pungkas Heri.

Heri menambahkan, Komunitas Manusia Silver juga merupakan sebuah perkumpulan yang ingin berbagi tenaga dan untuk menampung dana, di antara mereka.

“Nilai yang kami terima setiap menjalani rutinitas rata-rata sekitar Rp750 ribu. Komunitas manusia silver baru satu bulan berjalan, tercatat secara keanggotaannya hanya delapan orang,” ungkap Heri.

Heri menegaskan, anggota Komunitas Manusia Silver ini antara lain terdiri dari ibu-ibu yang tadinya pembantu rumah tangga.

“Kalau yang gerombolan anak-anak itu bukan dari komunitas kami, beda lagi mas, boleh dicek. Kemudian yang sudah berkunjung ke yayasan Al Kamilah baru ada dua puluh orang. Di mana teman-teman kami yang lain juga melakukan silaturahmi kepada yayasan tersebut,” kata Heri.

Heri menegaskan donasi yang diberikan Komunitas Manusia Silver ke yayasan itu juga dapat diselidiki.

“Karena komunitas kami sudah dua kali mengasihkan sumbangan ke yayasan Al Kamilah dengan jumlah sekitar Rp350 ribu dalam bentuk uang,” papar Heri.

Sementara itu, Ayu salah satu manusia silver tergabung dalam komunitas mengatakan setiap harinya hanya membawa pulang uang sebesar Rp20 ribu hingga Rp40 ribu.

“Dari biaya yang didapatkan terkadang juga belum cukup untuk melengkapi kebutuhan, karena hasilnya pun dibagi lagi kepada teman-temannya di komunitas,” jelas Ayu.

“Alhamdulillah terkadap dapat Rp100 ribu sampai Rp200 ribu kemudian dibagi delapan orang. Hitung-hitung untuk makan harian,” sambung Ayu.

Ayu melanjutkan, dirinya tetap bertahan bekerja sekalipun kondisi yang saat ini sedang hamil. Ayu melakukan pekerjaan ini lantaran bingung harus bergantung ke siapa lagi.

“Ya harapannya kami-kami bisa disorot dan diperhatikan oleh pemerintah,” pungkas Ayu.

Laporan: Sulistyawan