ALL

Gelar Rakernas, Baznas Targetkan Rp80 Miliar untuk Pengumpulan Zakat 2019

By  | 

Rakernas Baznas | Foto: Istimewa

KedaiPena.Com – Potensi zakat di Indonesia memang besar. Tapi tanpa adanya sistem manajemen zakat yang bagus dan sumber daya pengelola zakat yang profesional, impian untuk mengumpulkan zakat dan mengalokasikannya untuk kesejahteraan masyarakat pastinya tidak akan tercapai.

Untuk itulah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berupaya untuk menyinergikan kegiatannya dengan pengumpulan zakat yang dilakukan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) UPZ 2019.

Ketua Baznas Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA mengungkapkan bahwa memang terlihat peningkatan kepercayaan publik pada UPZ Baznas yang tercermin pada peningkatan pengumpulan zakat melalui UPZ yang hingga Oktober 2018 sudah mencapai Rp50 milyar.

“Hingga akhir tahun kita harapkan dapat mencapai Rp63 milyar, meningkat dari pengumpulan tahun kemarin di Rp57,4 milyar. Dan untuk tahun 2019, kita harapkan dapat mencapai Rp80 milyar,” kata Bambang di depan awak media, ditulis Kamis (25/10/2018).

Tentu saja, peningkatan target ini juga akan disertai dengan penambahan jumlah UPZ menjadi 200 titik dari 128 UPZ yang sudah ada saat ini.

“Ruang tumbuh UPZ ini masih sangat luas karena pendiriannya tidak pernah dibatasi. Dapat di bangun di lembaga pemerintahan maupun swasta. Sejauh ini memang hanya dilakukan secara persuasif karena dalam undang-undangnya pun tidak ada keharusan untuk mendirikan UPZ,” ujar Bambang.

Terkait sertifikasi SDM Zakat, Bambang menyatakan sudah dimulai di tahun ini.

“Sehingga di tahun depan, semua pengelola zakat akan sudah memiliki sertifikat yang akan menjadi kompetensinya dalam hal syariah-nya dan profesionalisme manajemennya,” katanya.

Bambang menekankan bahwa tujuan utama dari rakernas ini adalah untuk membahas RKAT dari UPZ. Karena akan menjadi dasar Baznas untuk menyusun RKAT Baznas yang nantinya akan diajukan kepada menteri agama di akhir 2018.

“Sesuai peraturannya, RKAT ini harus sudah disetujui menteri agama sebelum tanggal 1 Januari 2019,” kata Bambang lebih lanjut.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agaman, Fuad Nasar yang turut hadir pada pembukaan rakernas menyampaikan harapannya yaitu dapat dihasilkan suatu resolusi dalam rakernas ini yang akan mampu peningkatkan penerimaan zakat secara signifikan di tahun 2019.

“Dampak zakat pada kesejahteraan masyarakat sudah jelas terlihat. Tinggal kita melakukannya secara profesional sehingga masyarakat akan semakin meningkat kepercayaannya untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga-lembaga resmi yang sudah disahkan oleh Kementerian Agama,” ujarnya.

Laporan: Muhammad Hafidh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *