ALL

Gelar Aksi, Komando dan Rakyat Minta Keadilan Ditegakkan di Indonesia

By  | 

Aksi Komando dan Rakyat di Depan Mabes Polri | Foto: Dok KedaiPena.Com

KedaiPena.Com – Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas yang tergabung dalam Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando) menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (8/10/2019).

Mahasiswa Komando bergerak ke sejumlah titik lembaga negara seperti BPN, Mabes Polri, Polda Metro, KemenLHK, Kostrad, Mabes AD, Kemenkopolhukam, Kemenhan dan terakhir ke Istana Presiden.

Mereka membawa sejumlah tuntutan yakni menolak segala bentuk peraturan dan RUU yang bertabrakan serta melenceng dari nilai Pancasila.

Tidak hanya itu, massa aksi sendiri juga meminta agar pemerintah dapat menegakakan keadilan kepada korban yang mengalami kasus pertanahan ataupun agraria.

Demo Komando dan Rakyat di Depan Mabes Polri | Foto: Dok KedaiPena.Com

Komando juga mengecam tindakan agresif dan represif Polri yang mengakibatkan meninggalnya dua mahasiswa, satu pelajar dan satu masyarakat, serta ratusan mahasiswa, pelajar dan masyarakat menjadi korban luka.

Pantauan KedaiPena.Com, massa aksi sendiri saat ini sudah berkumpul di Kampus Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ciputat, Tangerang Selatan. Massa aksi dengan beragam almamater tersebut nampak sudah bersiap untuk bergerak.

Terlihat sejumlah spanduk yang bertuliskan “Tanah Kami Bukan Tempat Tumpah Darah! Hentikan Intimidasi Terhadap Orang Tua Kami, Masyarakat, dan Petani!’.

Berikut Tuntutan Massa Aksi Mahasiswa

1. Sengketa warga Lauser Jakarta Selatan dengan Pemprov Jakarta.

2. Sengketa petani Cilangkap Maja dengan PT. WKP di Kabupaten Lebak-Banten.

Demo Komando dan Rakyat di Depan Mabes Polri | Foto: Dok KedaiPena.Com

3. Sengketa warga Desa Marga Jaya dengan PT. Lotus di Bandung Barat, Jawa Barat.

4. Sengketa aset Desa Bawukan yang diduga disalahgunakan oleh oknum aparatur desa di wilayah Klaten Jawa Tengah.

5. Sengketa masyarakat Pasir Sedang dengan Perhutani di Pandeglang, Banten.

6. Kasus kelestarian Sungai Cimoyan antara warga empat desa, yakni Desa Ciherang, Desa Kolelet, Desa Bungur Copang dan Desa Ganggeang Pandeglang dengan perusahaan tambang pasir putih.

7. Sengketa buruh tani masyarakat Desa Teluk Lada dengan perusahaan combain di Pandeglang.

Aksi Komando di Depan Mabes Polri | Foto: Dok KedaiPena.Com

8. Kepastian status lahan masyarakat atas penggunaan PT. Gula Putih Mataram, PT. Sweet Indo Lampung, PT. Indo Lampung Permai, PT. Indo Lampung Perkasa di Tulang Bawang-Lampung.

9. Persoalan Agraria di Register 45 Mesuji–Lampung dengan PT. Silva Inhutani.

Dalam aksi tersebut, para warga yang terlibat sengketa turut hadir mengikuti aksi. Dari malam hari mereka berkumpul di sejumlah titik seperti LBH Tridharma Indonesia Pamulang dan Kampus UMJ Ciputat.

Laporan: Muhammad Lutfi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *