ALL

Dugaan Suap Jelang RUPS BJB: Anulir Semua Calon Direksi, Seleksi Ulang!

By  | 

BJB | Foto: Istimewa

KedaiPena.Com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) diminta segera melalukan koreksi terhadap seleksi calon direktur dan direksi Bank BJB. Permintaan tersebut dikarenakan beredarnya dugaan suap yang dilakukan oleh salah satu calon dirut.

Demikian disampaikan oleh pengamat hukum Boyamin Saiman kepada wartawan, Selasa, (12/2/2019).

“Kalau itu betul dia (calon dirut) melakukan suap, tidak layak untuk jabat dirut. RK harus menanulir pencalonan dirut ini. Bahkan RK juga harus melakukan seleksi ulang semua calon dan melibatkan pansel kembali ulang. Karena sudah telanjur tercemar terlepas atau benar tidaknya, isu ini sudah mencemarkan seleksi,” ujar Boyamin

Ia melanjutkan seleksi ulang semua calon direksi BJB  perlu dilakukan lantaran siapapun pemimpinya, industri bank harus bisa mengutamakan kepercayaan. Karena, industri bank merupakan industri kepercayaan.

“Agar kewenangan Gubernur tetap bersih apalagi bank ini udah TBK (perusahaan terbuka),” kata Boyamin.

Boyamin juga meminta agar OJK dapat mendalami dugaan suap tersebut, jangan sampai isu ini hanya menjadi angin lalu saja.

“OJK punya kewenangan terhadap bank- bank, OJK punya hak penyelidikan dan dalam ‘fit n proper test’. Jangankan dugaan suap, tindak selingkuh saja salah dan bisa diskulafikasi,” ujar Boyamin.

Boyamin pun memastikan bila Ridwan Kamil tidak segera mengambil tindakan, maka akan berdampak negatif kepada masa depan BJB. Dampaknya BJB bisa kehilangan kepercayaan dari masyarakat.

“Jika masyarakat tidak mendapatkan penjelasan bisa saja masyarakat tidak mau menaruh uangnya ke sana. Apalagi bupati dan walikota yang bersih, juga enggan menaruh uangnya di sana karena tahu BJB proses seleksinya seperti demikian,”  tandas Boyamin.

Dugaan suap menyerebak jelang pemilihan Direktur dan Direksi Bank BJB bulan Maret nanti. Diduga salah satu calon direktur memberikan uang fee kepada orang dekat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) untuk menyukseskan diri sebagai Dirut Bank Jabar.

Uang yang dialirkan kepada orang dekat RK tersebut diduga hadir dari fee perusahaan broker asuransi yang memang selama ini menjadi komoditas seksi yang banyak diincar para pengusaha. Tak tanggung-tanggung diduga fee tersebut mengalir senilai Rp40 miliar.

Laporan: Muhammad Hafidh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *