ALL

Dua Hari Berturut-turut, Juru Cerita Anak Diterjunkan di Sebelas RPTRA

By  | 

Dua Hari Berturut-turut, Juru Cerita Anak diterjunkan di Sebelas RPTRA | Foto: Istimewa

KedaiPena.Com – Sekelompok Juru Cerita Anak yang tergabung dalam Tim Dongeng Literasi Jaringan Anak Nasiinal ( Tidolit JARANAN) kembali diterjunkan untuk menghibur anak-anak di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) wilayah Jakarta Utara.

Sejak Senin (13/5/2019) hingga Selasa (14/4/2019) di bulan Ramadan ini, Tidolit JARANAN menerjunkan sebelas orang juru cerita anak untuk mendongeng dan menghibur anak di sebelas RPTRA.

Ada enam juru cerita anak yang diturunkan pada hari Senin. Mereka menghibur anak-anak sekaligus menanamkan nilai-nilai mulia di RPTRA Jakarta Utara.

Mereka adalah Kak Yono di RPTRA Anoa, Kak Ziah di RPTRA Griya Pratama, Kak Rizal di RPTTA Gading Ayu, Kak Elis di RPTRA Sungai Bambu, Kak Mukhlis di RPTRA Gadingrejo Tarian, dan Mas Kukuh di RPTRA Bellyra.

Sementara hari Selasa, lima pendongeng diturunkan. Yakni Aryati di RPTRA Sindang Raya, Kak Mardi di RPTRA NKRI, Kak Yani di RPTRA Tugu Permai, Kak Wirda di RPTRA Permata, dan Bro Budi di RPTRA RBU.

“Kegiatan bertajuk Story Telling di RPTRA Jakut 2019 yang merupakan kerjasama Sudin Pusip Jakut dan JARANAN Selasa ini adalah yang terakhir digelar secara spesial di bulan Ramadan kali ini” ujarnya Direktur Eksekutif JARANAN Nanang Djamaludin kepada KedaiPena.Com lewat ponselnya, Selasa (14/5/2019).

Pasca lebaran, sambungnya, kami akan melanjutkan kegiatan Story Telling ini secara maraton hingga bulan Desember. Tentunya dengan kreasi cerita yang tak kalah seru dibanding sebelumnya.

Pada hari Senin di RPTRA Anoa, di hadapan anak PAUD dan balita, lewat dongeng Kak Yono menyelipkan pengajaran ibadah puasa, doa-doa pendek, dan amalan-amalan kebaikan yang sangat baik dipraktikkan anak saat Ramadhan.

Sementara Kak Ziah bawakan cerita berjudul “Memaafkan” yang menurutnya merupakan kisah nyata. Ceritanya tentang seorang nenek yang terbiasa mengejek anak-anak kecil yang lewat depan rumahnya. Lalu suatu saat nenek itu sakit. Ternyata yang menjenguk dan menolongnya adalah anak kecil yang selalu diejeknya. Akhirnya nenek itu sadar atas perbuatannya dan tidak mau lagi menghina anak kecil. Sebelumnya anak kecil itu pun telah ikhlas memaafkan si nenek.

Hari Selasa, di RPTRA Sungai Bambu yang kebetulan sedang berulang tahun keempat, Kak Elis menghibur anak-anak yang memenuhi aula RPTRA. Kak elis membawakan tiga cerita sekaligus berjudul “Allah Always With Us”, “Janji Dodo padaNya”, dan “Berpuasa dengan Cetta.”

Lewat aksi dongeng dengan teknik ventriloquism (mendongeng dengan suara perut), kak Elis membuat anak-anak di RPTRA Sungai Bambu tak berkedip sambil tertawa dan berinteraksi mengikuti ceritanya.

Kak Aryati di RPTRA Sindang Raya membawakan cerita berjudul “Elang Jawa”. Lewat cerita tersebut, pendongeng bertubuh mungil itu mengajarkan anak-anak yang mengerubunginya di RPTRA agar pandai meminta maaf jika bersalah dan memaafkan, saling menolong, serta pandai bersyukur.

Kak Yani, bersama boneka kecil, Dara dan Dari, bercerita berjudul “Semua Takdir Tuhan itu Baik”. Dan Kak Wirda di RPTRA Permata bercerita dengan judul “Menahan Marah”.

Laporan: Muhammad Lutfi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *