ALL

Dolar Kembali Perkasa di Hadapan Rupiah, Salahkan Sri Mulyani!

By  | 
Ketua DPR Setya Novanto didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Taufik Kurniawan melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/10). Pertemuan tersebut membahas persiapan 'International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) Annual Meetings 2018' yang akan diselengarakan di Bali pada 8-14 Oktober 2018. Foto: Tkr/KedaiPena.Com

Ketua DPR Setya Novanto didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Taufik Kurniawan melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di ruang Pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/10). Pertemuan tersebut membahas persiapan ‘International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) Annual Meetings 2018’ yang akan diselengarakan di Bali pada 8-14 Oktober 2018. Foto: Tkr/KedaiPena.Com

KedaiPena.Com – Direktur Center For Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi menilai, semakin perkasanya dolar AS atas rupiah telah membuat ‘sport jantung’ orang-orang pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dollar semakin melemah. Terbaru, rupiah menyentuh angka Rp14.360 pada siang kemarin.

“Kalau terus menerus dollar naik atas rupiah, hal ini bisa bikin panik. Karena utang negara atau BUMN juga akan naik. Akibatnya, bisa bangkrut karena aset harus dijual untuk melunasi utang,” ujar dia kepada KedaiPena.Com, Sabtu (30/6/2018).

Tak hanya itu, lanjut Uchok, semakin perkasanya dolar AS terhadap rupiah dapat menyebabkan terjadinya kebangkrutan bank-bank.

Harga-harga kebutuhan pokok, tegas Uchok, juga akan naik yang tidak bisa menjangkau rakyat kecil. Apalagi, kebutuhan pokok yang impor, akan cepat naik.

“Kalau cepat cepat tidak ditanggulangi oleh pemerintah maka, akan ada krisis dan ketidakpercayaan rakyat kepada presiden Jokowi,” sindir Uchok.

Uchok juga menambahkan, semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar saat ini telah menujukan kegagalan Menteri Keungan Sri Mulyani yang katanya selalu mendapatkan predikat ‘baik’ dari luar negeri.

“Karena Menteri Keuangan Sri Mulyani yang selalu dapat predikat Baik dari luar negeri. Ternyata tidak mampu memperbaiki kondisi sektor keuangan ini,” tegas Uchok.

Uchok menyarankan, sebelum “nasi menjadi bubur” atau sebelum Indonesia masuk dalam krisis, dan ketidakpercayaan, maka sebaiknya Jokowi segera mencopot Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

“Hanya ini satu-satunya resep yang pertama, untuk mengobati kenaikan dolar ini. Sri Mulyani ini, bisa ngomong doang, kerjanya minim,” pungkas Uchok.

Laporan: Muhammad Hafidh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *