ALL

Cerita Otto Hasibuan Gagal Lolos 27 Kampus

By  | 

KedaiPena.Com – Pantang menyerah dan kerja keras memang selalu membuahkan hasil yang menggembirakan. Hal ini diungkapkan oleh Staff Ahli Hukum Kementrian Koordinator Maritim dan Sumberdaya di tengah-tengah 200 pelajar menengah atas yang mengikuti acara ekespedisi maritim.

Berada di tengah-tengah pelajar Otto tampak bersemangat membagikan cerita hidupnya dan memberikan motivasi pada mereka.

Pendiri Peradi ini menceritakan pengalamannya ketika merantau ke Jakarta untuk bersekolah. Mimpinya untuk menjadi insinyur dimulainya dengan mencoba 27 perguruan tinggi. Sayangnya, ke 27 universitas itu gagal menerimanya jadi mahasiswa.

“Saya gagal diterima di universitas manapun. Sampai akhirnya saya diarahkan orang tua untuk masuk ke hukum, kebetulan saya memang tidak tertarik sebagai insinyur hanya sebatas ikut-ikutan teman,” kata Otto di hadapan pelajar terpilih yang mengikuti Ekspedisi Maritim, belum lama ini.

“Pada waktu saya muda, jadi seorang Insinyur merupakan posisi yang sangat terhormat. Sehingga, saya beserta teman-teman saya banyak yang menginginkan menjadi seorang Insinyur,” ungkapnya.

Namun, setelah saya mendengar nasihat orang tua, ia mencoba mengenali diri sendiri. Hingga, eks Ketua Umum Peradi ini memutuskan mencoba jurusan lain, yakni ilmu hukum.

“Saya pun ikut tes di semua universitas. Dan hasilnya, sangat memuaskan juga. Saya lulus di semua kampus itu. Dan saya bisa lulus kuliah dengan predikat ‘Cum Laude’,” ujarnya bangga.

“Hal yang saya ingin sampaikan adalah, kenali diri sendiri sehingga kita mengetahui kemampuan kita. Kan ada pepatah, tak kenal maka tak sayang,” tutupnya disambut gempita para peserta.

Semasa kuliah, Otto membekali dirinya dengan berbagai macam kursus yang diperolehnya secara gratis. Jadi Ia kursus bahasa Inggris dengan kecerdikan.

“Saya menghindari uang pendaftaran dan bayar bulanan. Begitu juga untuk transportasi bolak-balik turun naik angkot agar tidak membayar. Ini saya lakukan karena keadaan ekonomi yang kurang,” jelasnya.

Tekad kerasnya dibuktikan Otto dengan menyelesaikan masa studi lebih cepat dibanding kawan-kawan yang berkuliah lebih dulu.

“Semua itu bisa berhasil dengan kerja keras dan tekad yang kuat untuk mewujudkan cita-cita. Saya harap ini juga bisa dilakukan oleh anak-anak,” tutup Otto.

(Luh/Prw)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *