ALL

Cerita G-Shock Indonesia Rayakan Kemerdekaan di Gunung Parang

By  | 
Cerita G-Shock Indonesia Rayakan Kemerdekaan di Gunung Parang | Foto: Istimewa

Cerita G-Shock Indonesia Rayakan Kemerdekaan di Gunung Parang | Foto: Istimewa

KedaiPena.Com – Momen HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus memang sulit untuk dilewatkan. Setiap orang dan kelompok memiliki masing-masing cara untuk merayakannya.

Seperti halnya G-Shock Indonesia yang memiliki cara berbeda untuk merayakan Hari Kemerdekaan. G-Shock Indonesia merayakannya di Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat.

Perayaan tersebut dilalui G-Shock Indonesia dengan mengibarkan bendera Merah Putih di Gunung Parang pada tanggal 11-12 Agustus 2018.

Manajer Marketing Communication Casio Singapura, tempat G-Shock Indonesia bernaung, Roxanna Rufolda Silalahi berbagi cerita soal pengalaman dirinya bersama tim ke Gunung Parang tersebut.

“Pemilihan Gunung Parang karena lokasi tersebut paling memungkinkan dari sisi waktu dan aktivitas. Aktivitas kami adalah memanjat via ferrata, yaitu memanjat jalur besi yang disediakan operator,” ujar dia saat berbincang dengan KedaiPena.Com, ditulis Rabu (22/8/2018).

Dia pun melanjutkan, bahwa dirinya bersama tim memanjat sejauh 350 meter dan dilanjutkan dengan berkemah di atas gunung tersebut. Baru keesokan harinya, kata dia, dirinya bersama tim mengibarkan bendera di ketinggian 150 mdpl.

“Operator yang mengantar kami adalah Skywalker Via Ferrata yang adalah operator via ferrata pertama di Gunung Parang,” cerita dia.

Riry begitu ia disapa menuturkan, bahwa kegiatan perayaan HUT ke-73 RI di Gunung Parang ini merupakan realisasi dari G-Shock Merdeka Challenge.

Di mana, lanjut dia, kegiatan tersebut turut mengajak ‘user’ G-Shock memilih sendiri petualangan apa yang ingin mereka rasakan dan lalui bersama G-Shock.

“Yang turut serta dalam kegiatan ini adalah Rikas Harsa, seorang petualang dan pemenang challenge adalah Chika Riestya,” tutur dia.

Riry pun berharap, dengan diselenggarakan acara ini para penggemar tidak hanya melihat G-Shock sebagai produk yang tangguh saja.

“Tetapi juga bisa untuk kegiatan adventure,” tandas dia.

Sementara itu, Muhammad Rubini Kertapati dari Skywalker Via Ferrata mengakui bahwa tim yang dipimpin oleh Riry tersebut berbeda dengan tamu-tamu sebelumnya.

Kata Bibin, begitu ia disapa, para tamu yang biasanya naik dan menginap di Gunung Parang rata-rata awam dengan kegiatan adventure.

“Kalau teman-teman dari G-Shock rata-rata memang sudah suka berpetualang, mereka menikmati. Karena mereka berhasil hunting foto sunset dan sunrise dari Gunung Parang,” ujar dia saat dihubungi terpisah.

Bibin pun memastikan ke depan Skywalker Via Ferrata akan mengembangkan jalur lain. Jalur tersebut nantinya akan lebih bersifat segmentif.

“Jalur lain via ferrata Gunung Parang akan dikembangkan. Jalur sampai ke puncak Gunung Parang akan dibuka untuk segmen anak-anak sekolah,” tandas dia.

Laporan: Muhammad Hafidh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *