ALL

Bisnis Distro dari Desa Tamanjaya Ciletuh

By  | 

Bisnis Distro dari Desa Tamanjaya Ciletuh | Foto: Dok KedaiPena.Com

KedaiPena.Com – Deni, seorang pemuda asal Desa Tamanjaya, Kawasan Geopark Ciletuh, Jawa Barat memiliki sebuah mimpi, masyarakat desanya bisa sejahtera secara mandiri.

Mimpi tersebut coba direalisasikan oleh Boyo, sapaanya memalui sebuah usaha baju (distro) yang ia galang bersama lima pemuda dari Desa Tamanjaya pada tahun 2016. Boyo beserta rekan memulai bisnis dengan menggunakan dana pribadi.

Diberi nama ‘Guay’ yang berarti gerak dalam bahasa Sukabumi, Boyo ingin agar masyarakat, khususnya pemuda di desanya dapat bergerak secara mandiri.

Bisnis Distro dari Desa Tamanjaya Ciletuh | Foto: Dok KedaiPena.Com

Boyo sendiri sedianya sudah memiliki sebuah bisnis penginapan atau homestay dengan nama yang sama seperti bisnis bajunya tersebut.

Namun, demi memaksimalkan peran pemuda di desanya, Boyo nekat untuk membuka sebuah bisnis kaos tersebut.

Bertempat disebuah ruko 3 x 4 meter, Boyo beserta rekan mendesain sebuah kaos yang turut mempromosikan kawasan geopark Ciletuh. Desainnya pun beragam dan mengikuti perkembangan zaman dan keinginan pasar.

Bisnis Distro dari Desa Tamanjaya Ciletuh | Foto: Dok KedaiPena.Com

Tidak mahal, satu kaos ‘Guay’ berdesain kawasan Geopark Ciletuh, Boyo banderol seharga Rp 100.000. Boyo pun turut mempromosikan ‘Guay’ kepada wisatawan yang berkunjung ke Ciletuh.

Boyo mengakui bahwa ‘Guay’ belumlah terlalu memberikan profit yang cukup besar untuk dirinya beserta rekan-rekan. Bagi Boyo yang terpenting sekarang ‘Guay’ masih terus memproduksi sebuah kaos.

“Yang penting sementara kita jalan terus dan buka,” singkat Boyo saat bercerita kepada KedaiPena.Com beberapa waktu lalu.

Ia pun menceritakan untuk semakin menguatkan bisnis distro, dirinya tidak segan berkeliling mempromosikan kepada wisatawan. Terkadang, bahkan ia memanfaatkan pameran atau festival yang diselenggarakan di Ciletuh.

Bisnis Distro dari Desa Tamanjaya Ciletuh | Foto: Dok KedaiPena.Com

“Misalnya ada kegiatan kita ambil. Setiap ada festival itu kita ikut bagian dengan berjualan,” ujar Boyo.

Ia mengaku belum ada bantuan dari pemerintah untuk pengembangan bisnisnya tersebut. Boyo enggan melibatkan pemerintah setempat atau daerah untuk pengembangan bisnisnya tersebut.

“Kita ingin mandiri,” tutup Boyo.

Laporan: Muhammad Hafidh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *