ALL

Bina Pelaku Usaha Kecil di Jimbaran, Bank Muamalat Terima Penghargaan TOP CSR 2018

By  | 
Bina Pelaku Usaha Kecil di Jimbaran, Bank Muamalat Terima Penghargaan TOP CSR 2018 | Foto: Istimewa

Bina Pelaku Usaha Kecil di Jimbaran, Bank Muamalat Terima Penghargaan TOP CSR 2018 | Foto: Istimewa

KedaiPena.Com – Pembinaan yang dilakukan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk pada pengusaha kecil di Kabupaten Jembrana Bali dalam bentuk program Social Trust Fund (STF) yang bekerja sama dengan Dompet Dhuafa, mendorong Bank Muamalat untuk menjadi pemenang penghargaan TOP CSR 2018 Kategori Program Pembinaan UMKM dan Koperasi.

Program STF ini dinilai sejalan dengan program Nawacita atau sembilan agenda prioritas yang dicanangkan oleh pemerintah.

Direktur Operasi Bank Muamalat Awaldi mengatakan perseroan merancang program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan kesadaran bahwa pertumbuhan perusahaan tidak hanya bergantung pada aspek bisnis semata. Namun, aspek sosial dan lingkungan juga punya peran yang penting.

Oleh karena itu, dalam menjalankan program sosial Bank Muamalat fokus untuk menyalurkan bantuan sosial sesuai dengan tujuan perusahaan. Contohnya, dalam program STF ini perseroan fokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik di wilayah bencana, pesisir, pedesaan dan perkotaan khususnya wilayah marjinal.

“Ini merupakan kedua kalinya kami menerima penghargaan TOP CSR. Tentu ini menjadi motivasi bagi Bank Muamalat untuk terus menjalankan program CSR yang bermanfaat bagi masyarakat kedepannya,” kata Awaldi kepada media, ditulis Jumat (5/10/2018).

Awaldi menambahkan, selain sebagai edukasi literasi perbankan syariah kepada pengusaha mikro, program ini merupakan bentuk keberpihakan Bank Muamalat pada usaha kecil. Para pelaku usaha juga berpotensi menjadi nasabah baru sekaligus nasabah loyal Bank Muamalat.

Program pemberdayaan ekonomi masyarakat ini dilakukan Bank Muamalat sejak tahun 2017 dengan penerima dana sebagian besarnya adalah perempuan yang bekerja antara lain sebagai buruh kerik kelapa, pembuat gula semut, dan pembuat camilan tradisional.

Laporan: Ranny Supusepa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *