ALL

Ajang Perkuat Komitmen dan Kerjasama Antar Negara Lindungi dan Lestarikan Lingkungan Laut

By  | 

Laut | Foto: Dok KedaiPena.Com

KedaiPena.Com – Duta Besar RI untuk PBB periode 2004-2007, Makarim Wibisono menekankan pentingnya Forum internasional ‘The Fourth Intergovermental Review Meeting on the Implementation of the Global Programme of Action for the Protection of the Marine Environment from Landbased Activities’ (IGR-4) bagi pemerintah Indonesia.

Makarim Wibisono mengatakan hal tersebut lantaran forum yang diselenggaralan di Nusa Dua, Bali, dari tanggal 31 Oktober sampai 1 November menjadi momentum Indonesia untuk mengembangkan ‘global maritime grup’.

“IGR ini merupakan suatu pertemuan penting karena Indonesia negara kepulauan terbesar di dunia dan perlunya kita mengembangkan global maritime group. Kita mengutamakan perlindungan dan pelestarian lingkungan laut,” tegas Makarim dalam keterangan kepada KedaiPena.Com, Kamis (1/11/2018).

Makarim juga berharap agar penyelenggaraan IGR-4 ini dapat memperkuat komitmen dan kerjasama antar negara untuk melindungi dan melestarikan lingkungan laut dari dampak negatif kegiatan berbasis daratan.

“Hasil-hasil penyelenggaraan IGR-4 diharapkan akan memperkuat Indonesia dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan laut beserta sumber daya alamnya, untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat dan kelangsungan hidup makhluk hidup lainnya baik masa sekarang maupun masa yang akan datang,” papar dia.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Zainal Arifin menerangkan forum IGR 4 akan menjadi panggung Indonesia untuk menyampaikan upaya penanggulangan polusi periairan laut Indonesia

Zainal Arifin mengatakan, sejak Manila Declaration 2012, Indonesia telah melakukan berbagai upaya penanggulangan polusi perairan laut Indonesia.

“Upaya tersebut antara lain peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan melalui pendidikan sains di sekolah, pengembangan teknologi berupa environmental monitoring and warning system,” beber dia.

“Tak hanya itu kita juga telah melakukan pemanfaatan limbah sebagai energi terbarukan, hingga restorasi hutan mangrove sebagai penyaring bahan pencemar dari daratan,” pungkas dia.

Laporan: Muhammad Hafidh

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *